Minggu, 10 Januari 2010

Mengatur Jalan Pikiran Pidato (tambahan)

Setelah kita membahas tentang bagaimana mengatur jalan pikiran pidato, kini kita beranjak pada fase selanjutnya. Namun pada fase ini, kita akan hanya sedikit menambah pengetahuan kita tentang hal yang masih erkaitan dengan posting sebelumnya. Dan saya rasa tidak perlu berlama-lama lagi, mari kita bahas beberapa tambahan tentang mengatur jalan pikiran pidato yang ada 6 jenis. Yaitu :

1. Pola struktur dan fungsi
Berguna untuk pidato yang sifatnya infromatif, di mana anda ingin mendiskusikan bagaimana aaspek structural dan fungsional dari struktur tersebut.

2. Pola perbandingan dan kontras
Berguna pula untuk pidato yang sifatnya infromatif, dimana anda ingin menganalisis dua hal atau lebih dengan membandingkan kesamaan dan perbedaannya.

3. Pola pro dan kontra
Berguna untuk pidato yang sifatnya juga informative, di mana anda ingin menjelaskan secara objektif apa manfaat dan ketidak manfaatan suatu hal.

4. Pola klaim dan bukti
Berguna untuk pidato yang sifatnya persuasive, dimana anda ingin membuktikan kebenaran dan manfaat dari proposisi yang anda sampaikan. Pidato anda setidaknya terdiri dari dua bagian, bagian pertama menjelaskan klaim anda dan pada bagian kedua Anda menunjukkan bukti bahwa klaim Anda benar.

5. Pola ragam definisi
Berguna pada pidato informative untuk menjelaskan suatu konsep tertentu. Anda dapat menyajikan tipe ragam definisi atau cara dalam melihat konsep tersebut.

6. Pola jurnalistik (5W+1H)
Berguna untuk pidato informative ketika akan melaporkan atau menjelaskan suatu peristiwa.


Source : Modul Public Speaking ilmu komunikasi fisipol UGM, 2008.

baca artikel ini dalam versi english.

Read More......

Rabu, 06 Januari 2010

Mengatur Jalan Pikiran Pidato

1. Waktu
Ide dikumpulkan bersamaan dengan hubungannya terhadap waktu. Sesuai untuk pidato informatif di mana kau menginginkan untuk menggambarkan suatu kejadian atau proses yang terjadi dalam waktu yang sangat jarang. Dan polanya dibuat berdasarkan urutan waktu.

2. Tempat
Cocok untuk digunakan jika anda menginginkan untuk menggambarkan suatu tempat atau objek.
Contoh : Anda berpidato tentang perjalanan anda ke asia tenggara.
a. Pertama anda memulai dari Bali, Indonesia
b. Tujuan berikutnya ke Singapura
c. Dan tujuan terakhir ke Malaysia

3. Topik
Ini merupakan pola topikal, yang berarti beberapa ide yang dikumpulkan oleh klasifikasi konvensional. Cocok untuk pidato informatif. Di sini, topik dibagi kedalam sub-topik atau bagian yang jelas, berdasarkan topik yang dapat dijangkau.
Contoh : Kekuatan pemerintah
a. Legislatif dikontrol oleh kongres
b. Eksekutif dikontrol oleh presiden
c. Judikatif dikontrol oleh pengadilan

4. Kausal
Adalah pola yang mengatur isi berdasarkan hubungan sebab akibat. Hubungan kausal ini sesuai dengan mengapa suatu kejadian terjadi, dimana faktor ini menyebabkan beberapa efek. Cocok untuk digunakan jika anda menginginkan untuk meyakinkan khalayak tentang sesuatu yang membuat hal lain terjadi. Di bagian pertama dari pidato, anda dapat menjelaskan sesuatu yang mnejadi alasan dan pada bagian kedua menunjukan efeknya.
Contoh :
A. Ada 3 alasan utama hipertensi
a. Garam yang terlalu banyak kemudian menambah tekanan darah
b. Berat badan yang terlalu
c. Terlalu banyak khawatir
B. Ada 3 efek utama dari Hipertensi
a. Gelisah meningkat
b. Kerja jantung meningkat
c. Nafas pendek meningkat

5. Pola penyelesaian masalah
Di dalam contoh ini, anda akan berbicara tentang masalah yang dihadapi oleh sebuah kelompok, lalu memberikan saran. Cocok untuk pidato persuatif. Dengan pidato ini anda dapat menyarankan terhadap masalah yang dihadapi oleh beberapa khalayak anda. Di bagian pertama anda menerangkan faktor yang membuat masalah itu muncul, kemudian di bagian kedua anda menunjukan saran anda tentang solusi masalah tersebut.
Contoh :
A. Reaktor nuklir menimbulkan banyak masalah
a. kebocoran dapat membuat hidup pekerja dan komunitas sosial terancam
b. membahayakan lingkungan
B. Solusi
a. menghentikan pengembangan reaktor nuklir
b. mentutup reaktor nuklir yang telah terlanjur beroperasi
c. mengembangkan sumber daya alternatif.

6. Rangkaian motivasi
Dikembangkan oleh Alan H Monroe. Pola ini memiliki 5 bagian : perhatian, kebutuhan, kepuasan, visualisasi, dan tindakan. Dapat digunakan untuk semua jenis pidato, apakah informatif ataukah persuatif. Rentetan motivasi adalah variasi dari pemecahan masalah dengan paksaan untuk masalah. Memberi tahu kebutuhan dan kepuasan dari pengembangan solusi.

Dan dua bagian terakhir dari rentetan motivasi, visualisasi dan tindakan hanya dapat digunakan pada pidato jenis persuatif. Visualisasi bertujuan untuk menjelaskan kondisi yang akan terjadi, menolong khalayak untuk melihat diri mereka dan merasakan kepuasan dari tindakan mereka. Menawarkan rencana yang akan memberikan kepuasan kepada khalayak dan dalam waktu yang sama juga menanyakan persetujuan mereka. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.


A. Kepedulian
Langkah pertama yang harus anda lakukan dalam berpidato membuat audien fokus terhadap topik yang akan kita tunjukan. Jika langkah ini dapat dilakukan dengan baik, maka audien akan tertarik dan mendengarkan apa yang anda sampaikan.

B. Kebutuhan
Anda dapat menunjukan kebutuhan kepada audien. Buat khalayak sadar tentang sesuatu yang harus segera dilakukan atau dipelajari. Hal ini dapat dilakukan dengan cara seperti dibawah :
a. beritahu mereka tentang kebutuhan atau masalah yang keluar
b. gambarkan kebutuhan dengan contoh yang spesifik
c. buat mereka menyadari bahwa orang yang belajar akan bertambah kuat
d. tunjukan bahwa masalah itu memiliki efek terhadap kehidupan khalayak

C. Kepuasan
Tunjukan dulu solusimu untuk memuaskan kebutuhan. Jika anda melakukan langkah ini dengan baik, khalayak akan percaya dengan informasi yang anda bawa. Ada beberapa cara untuk melakukan hal itu :
a. Pernyataan dan juga contoh tentang apa yang anda inginkan untuk khalayak percaya dan lakukan.
b. Pernyataan dari bagaimana atau mengapa anda ingin agar khalayak belajar

D. Visualisasi
Kepercayaan dan perasaan dari khalayak makin kuat. Bantu khalayak untuk membayangkan tentang situasi yang akan mereka hadapi jika kebutuhan yang anda sarankan telah terpuaskan. Ada 2 cara :
a. Tunjukan keuntungan yang akan mereka dapatkan jika ide anda dilakukan
b. Tunjukan apa kerugian khalayak jika mereka tidak melakukannya

E. Tindakan
Langkah terakhir adalah mengatakan kepada penonton apa yang tepatnya mereka harus lakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan dari penonton.

Jika pidato anda adalah bertujuan informatif, anda dapat menghentikan pada langkah kepuasan. Jika pidato anda adalah persuatif, maka dalam rangka memperkuat kepercayaan khalayak anda harus mencapai langkah visualisasi. Dan jika pidato anda adalah persuasif untuk merubah perilaku, maka anda harus mencapai langkah tindakan.

Read More......

Pidato

Sistematik dari penulisan naskah teks pidato:
1. mengatur jalan pikiran pidato
2. mengatur jalan pikiran pidato (tambahan)
3. Konsep
4. Pengaturan model

Read More......

Sabtu, 02 Januari 2010

Audit Komunikasi

Audit komunikasi adalah sebuah evaluasi mendalam tentang proses dan komponen komunikasi dalam interpersonal, kelompok, organisasi atau bahkan massa.

Dan audit komunikasi memiliki tujuan sebagai berikut : memutuskan overload ataukah under load.Menilai kualitas informasi. Ukuran kualitas hubungan. Mengenali jaringan yang potensial. Mengidentifikasi bottlenecks. Menggambar pola, iklim, dan budaya komunikasi. Memberi saran untuk perubahan system komunikasi perusahaan.

Audit komunikasi lebih baik dilakukan pada waktu-waktu berikut. Yang pertama, Jika ada sebuah program yang telah kehilangan kredibiltasnya. Lalu, jika ada kebutuhan untuk sebuah program. Lalu, jika ada perubahan rencana dalam organisasi. Dan juga jika ada kecemasan diantara para karyawan, dan saluran komunikasi yang ada tidak berfungsi dengan baik. Dan yang terakhir, jika ada sebuah gossip yang kemudian berubah menjadi kontroversi.

Di dalam audit komunikasi, ada 7 tehnik dan metode. Wawancara, Questionnaire tentang diri sendiri, diskusi grup, analisa hubungan kerja, diari komunikasi, tehnik kritikal insiden.

Dan juga ada ada beberapa aspek yang kita butuhkan untuk dipikirkan dalam audit komunikasi. Aspek-aspek itu adalah, kondisi komunikator dan komunikan. Media / saluran komunikasi. Pesan / informasi. Umpan balik. Lingkungan komunikasi ( waktu, tempat, struktur, iklim, dll)

Read More......
 
Template design by Amanda @ Blogger Buster